Arsip untuk ‘kerja’ Kategori

Ketika Kampung Kami Diserbu Anak Kota

Januari 11, 2008

Pagi ini rumah kami dikunjungi 46 murid sebuah SMP terkenal di kawasan Menteng Jakarta. Bulan lalu beberapa gurunya datang dan minta agar murid-muridnya diperkenalkan pada apa yang namanya “ekonomi pertanian” untuk pelajaran ekonomi dan sedikit praktik tentang budidaya kaktus utk pelajaran biologi. Saya menyanggupinya.

Saya menyambut kedatangan mereka di lapangan desa karena bis besar yang mengangkut mereka hanya bisa berhenti di sana. Dan kamipun berjalan kaki sekitar 600 m ke rumah.Sampai di rumah, ternyata di pinggir rumah kami sudah ada sekitar 5 orang pedagang asesoris a la Lembang dan pedagang stroberi. Astaga! Tahu dari mana mereka? Saya tidak pernah menceritakan rencana ini ke warga kampung kami. Untuk info seperti ini mereka sangat gesit. Entah bagaimana caranya. Jadilah rumah kami pagi ini seperti objek wisata.

(lagi…)

Susu Sapi Makin Marak

Januari 7, 2008

Hari ini dari kampung sebelah terdengar gosip baru. Sebuah kelompok usaha besar yg membutuhkan susu dalam jumlah besar untuk produksinya, akan menyaingi kebaradaan koperasi susu (satu-satunya?) yang sudah lama berlenggang di Lembang. Dengar-dengar terobosan ini tercipta karena suplai susu lokal ke kelompok usaha itu dibatasi sehingga mereka harus mengimpor (lebih mahal!)

Tengok apa yang ditawarkan: Jika mereka mau pindah setor penjualan susu ke usaha milik kelompok usaha besar itu, (calon) peternak ditawari pinjaman Rp 25 juta untuk membeli 2 ekor sapi perah + membuat/menambah kandangnya. Mereka hanya diwajibkan mencicil pembayaran pinjaman itu hanya dengan membayar 6 liter susu per hari selama 5 tahun. Susu sapi lebihnya yang sekitar 25 liter per hari, tetap dibayar normal. Tentu ini berita baik untuk peternak sapi, apalagi peternak gurem.

(lagi…)

Cep, Hari Ini Tomat Kita Tidak Usah Dipetik….

Januari 3, 2008

“Cep, hari ini tomat kita tidak usah dipetik, ya…. Biarkan saja di kebun.”
“Kenapa, Mang Tisman?” tanya saya.
“Bandar cuma mau beli tomat sepuluh ribu sepeti. Sepeti isinya 35 kg. Harga petinya saja sudah tujuh ribu. Ongkos petik dan bawa ke mobil 100 sekilo. Jadi kalo kita petik kita malah harus nombok.”
“Lho, Mang. Kakak saya baru beli tomat di supermarket 7000 sekilo. Ibu saya beli di pasar 4000 sekilo.”

(lagi…)