Susu Sapi Makin Marak

By Erwinthon P. Napitupulu

Hari ini dari kampung sebelah terdengar gosip baru. Sebuah kelompok usaha besar yg membutuhkan susu dalam jumlah besar untuk produksinya, akan menyaingi kebaradaan koperasi susu (satu-satunya?) yang sudah lama berlenggang di Lembang. Dengar-dengar terobosan ini tercipta karena suplai susu lokal ke kelompok usaha itu dibatasi sehingga mereka harus mengimpor (lebih mahal!)

Tengok apa yang ditawarkan: Jika mereka mau pindah setor penjualan susu ke usaha milik kelompok usaha besar itu, (calon) peternak ditawari pinjaman Rp 25 juta untuk membeli 2 ekor sapi perah + membuat/menambah kandangnya. Mereka hanya diwajibkan mencicil pembayaran pinjaman itu hanya dengan membayar 6 liter susu per hari selama 5 tahun. Susu sapi lebihnya yang sekitar 25 liter per hari, tetap dibayar normal. Tentu ini berita baik untuk peternak sapi, apalagi peternak gurem.

Tambahan daya tarik lainnya: harga susu yang dibeli Rp 200/liter lebih tinggi ketimbang yg ditawarkan koperasi saat ini. Dan dukungan makanan tambahan sapi (mako) dijual dengan harga lebih murah sekitar 20%-nya.Jika dirinci, maka dari 25 juta pinjaman dari kelompok usaha itu akan kembali dalam bentuk cicilan harian sebesar Rp 3500/liter x 1825 hari x 6 liter = Rp 38.325.000. Ini kalau harga susu dihitung tetap. Bukan kelebihan sekitar 53% dalam 3 tahun itu yang terpenting, tapi terpenuhinya kebutuhan susu kelompok usaha itu, dari pada mereka harus mengimpor dari Australia yang katanya seharga Rp 5000/liter.

Semoga saja gosip itu benar dan akan terwujud. Begitu dong kalau cari terobosan usaha: Memanfaatkan potensi kelompok gurem dengan memberikan keadilan dan keuntungan kepada mereka.

Mari berbisnis dengan memberikan keadilan kepada semua pelaku.

horas!
erwin

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan